Jumat, 29 Agustus 2008

sifat koligatif larutan

*Pengertian
adalah sifat yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak bergantung pada ukuran jenis atau massa molekul zat terlarut.

untuk larutan elektrolit dan nonelektrolit dengan konsentrasi yang sama mempunyai jumlah partikel yang berbeda

#elektrolit:
A. penurunan tekanan uap (DP)
p = po . XB
DP = po . XA
DP = po - p

p = tekanan uap jenuh larutan
po = tekanan uap jenuh pelarut murni
XB = fraksi mol pelarut
XA = fraksi mol zat terlarut

B. penurunan titik beku (DTf)
DTf = m . Kf
m = massa/Mr . 1000/p
Tf = Tfp - DTf

DTf = penurunan titik beku
m = molalitas larutan
Tf = titik beku larutan
Tfp = titik beku pelarut (air
Kf = tetapan penurunan titik beku molal
massa = massa zat terlarut
Mr = massa molekul relatif zat terlarut
p = massa pelarut

C. kenaikan titik didih (DTb)
DTb = Tb - Tbp
Dtb = m . Kb

Senin, 25 Agustus 2008

kuliah di luar negri

barangsiapa punya informasi tentang kuliah di luar negri, kasih tau donk!!!
khususnya kuliah di germany n jepang, gmana proses pendaftaran hingga biaya hidupnya, n univ mana yang bagus...

bagi yang udah pernah ke sana, bagi pengalamannya donk!!!

redaksi jeda magelang

waktu aku masih di SMA 1 magelang, aku ditrima jadi pengurus buletin jeda magelang angkatan pertama.

aku menjabat "pemimpin redaksi loh"

udah banyak buletin kita terbitin, g tau kepastian jumlahnya, pokoknya sampe gak bisa diitung pake dengkul.

kita juga udah berhasil bikin 2 buah film dokumenter dengan judul "jalan tika" n "pilang". pokoknya selama produksi, kita, 11 filmaker remaja, tinggal 1 atap. pernah tinggal d rumahku, pernah juga seharian di rumah vika, saudaraku yang juga jabat jadi pengurus jeda.

jalan tika nyeritain tentang lika-liku kehidupan tika sebagai seorang waria. selama proses pembuatan film itu, banyak halangan yang menghadang kita. kejadian dimulai saat kita nyari rumah mbak tika, sampe2 gak konsen nyetir motor. alhasil, lampu merah pun aku trobos, so kena tilang deh. tapi gak cuma kena tilang, polisi2 itu mempermainkan kita. masak, cuma buat ngambil sim n bayar uang tilang aja kita harus bolak-balik keliling magelang berulang-ulang. kata polisi yang satu SIMku dbawa polisi satunya di pos jalan mana gitu, n sebaliknya. akhirnya kita gak rela, kita bersepuluh maju bareng2 ke kantor polisi. uang buat nebus SIM kita tuker recehan. tapi yang boleh masuk ruang interogasi cuma aku doank. jadi kayak narapidana deh, pokoknya seru bgt.

selain itu, sewaktu kita melakukan shooting malem2 di tempat mangkal mbak tika, kita dikunci mbak tika di garasi sebuah perusahaan otomotif mobil cz mb tika akan melakukan aksinya (biar pelanggan gak curiga ma kita, jadi kita cuma ambil shoot dari agak jauh).
setelah tawar-menawar, mbak tika pergi dengan pelanggannya. dan di luar garasi ada waria2 lain yang juga mangkal, tapi mereka kurang bersahabat seperti mbak tika. saat itu, salah satu dari kita, sakit maagnya kambuh, kami bingung bgt, dcampur rasa takut. apalagi kita dikunci mbak tika dari luar.
untungnya, beberapa saat kemudian mbak tika datang.

kalo cerita pembuatan film pilang gak kalah seru. kita ambil waktu shooting di sebuah desa terpencil di magelang saat malam jumat kliwon kira2 jam 10. padahal kita cuma anak 8, cz yang 3 gak bisa dateng. dengan modal nekat, kita berangkat ke desa ngencek, daerah tegalrejo, magelang. kita harus nglewati sawah, pepohonan, n jembatan. meski naek motor, tetep aja jalannya nyeremin cz jauh dari desa lain.

oh iya, aku belum ngenalin siapa peran utama di balik film kami. mbah pilang adalah seorang dukun pijat yang mampu mengobati berbagai penyakit termasuk penyakit 'mistik'. ia mengaku bahwa ia mendapat ilmu itu sebagai warisan leluhurnya. ia juga harus melakukan tirakat di makam nyai kacek dan kyai kacek (cikal bakal desa ngencek) untuk meminta bantuan, di setiap malam jumat jam 12 tepat. meski banyak pendapat, baik yang mendukung maupun yang menolak, ia tetap melakukan kebiasaan itu.

saya teruskan cerita sebelumnya,
kita berangkat ke rumah mbah pilang malam2 tanpa sepengetahuan mbah pilang terlebih dahulu. hal ini dikarenakan saat kami meminta ijin untuk datang, ia pernah menolak dengan alasan kiai n nyai kacek tidak berkenan jika kami mengganggu ritualnya untuk berkomunikasi dengan mereka. dan kami menganggap hal itu sebagai ketidak masuk akalan.
ketika kami tiba di rumah mbah pilang, ia kaget sekali, dan ia menyarankan kami pulang. namun, kami mencoba meminta mbah pilang untuk wawancara sebentar, agar kami tidak kecewa. saat kami melakukan wawancara, sebagian anak diam-diam pergi ke makam untuk mengambil gambar makam leluhur desa ngencek. so, di rumah itu tinggal aku, mbah pilang, si hasta ketua umum (ingat, aku cuma pemimpin redaksi, masih di bawah ketua umum), n 2 anak cewek lainnya. saat melakukan wawancara, kejanggalan terjadi, mbah pilang mwenjawab pertanyaan kami dengan sangat hati2 n lirih. padahal selama kami bicara dengan dia, belum pernah dengan ekspresi wajah seperti itu. tak lama kemudian, hasta merasa dijawil seseorang, padahl dibelakngnya tidak ada apa2.

beberapa menit kemudian, rombongan yang dari makam, datng berlarian. mereka bilang, ada makhluk tinggi besar di depan pintu gerbang makam. spontan kita semua bener2 takut. untungnya setiap malam jumat di desa ramai orang, cz pada baru pulang yasinan di rumah penduduk. setelah menelpon manager kami untuk minta jemput, kami mencoba bercengkrama dengan penduduk untuk menghilangkan rasa takut.

entah, apa yang kami rasakan. antara percaya dan tidak percaya. percaya akan adanya makhluk gaib, dan tidak percaya bahwa apakah kejadian ini hanya halusinasi dari rasa takut kami. yang pasti kami berpegang teguh pada keimanan kami...

Rabu, 20 Agustus 2008

komunitas buletin jeda magelang 1

Magelang, 23/03/2007, Fast FM,-
Setelah diseleksi melalui karya tulis yang dilampirkan pendaftar dan dengan mempertimbangkan persebaran kepesertaan, dengan ini diumumkan siswa-siswi peserta Creative Writing & Creative Documentary:

1. AGASTIA CESTYAKARA SIAGIAN -SMU TARUNA NUSANTARA
2. AKBAR SIDDIQ -SMUN 1 MAGELANG
3. AMBYAH -SMU ISLAM SECANG
4. ANGLER KANAKA -SMU MUHAMMADIYAH 1 MAGELANG
5. ARIF KISNO WIDIYANTO -
6. AVINA NURMA FAIDA -SMUN 2 MAGELANG
7. BERNADUS YOSEPH SETYO PRABOWO -SMU PL VAN LITH MUNTILAN
8. HARDANIS TRINIRTYAS -SMUN 2 MAGELANG
9. HASTA NIRMAYA WULANSARI -SMUN 2 MAGELANG
10. IMAM ANDRIAN RISOYO -SMUN 1 MAGELANG
11. JULIA BEE IMARATUL -SMU MUHAMMADIYAH 1 MAGELANG
12. LIA FATRA IANA AZZA ROHMAH -SMUN 1 MAGELANG
13. MALITA NURUL ASRIFAH -SMUN 4 MAGELANG
14. MARIA DEWI RETNONINGRUM -SMU PL VAN LITH MUNTILAN
15. MARLIN DANIANTO -SMUN 2 MAGELANG
16. MASITOH DIAH WIDHORETNO -SMUN 4 MAGELANG
17. MUHAMMAD ALWI ASSEGAF -MA YAJRI PAYAMAN
18. PATRISIA EKARIA RATNASARI -SMUN 2 MAGELANG
19. PETRUS FAJARSUBEKTI -SMU PL VAN LITH MUNTILAN
20. SARYATI -MA YAJRI PAYAMAN
21. SEPTIN KAMILIA PATINGGI -SMU PL VAN LITH MUNTILAN
22. SUFI ANGGRAINI -SMUN 1 MUNTILAN
23. ULVASELA SETYIANINGRUM -SMUN 2 MAGELANG
24. UMATUL BADI’AH -MA YAJRI PAYAMAN
25. URSULA PENNY PUTRIKRISLIA -SMU TARUNA NUSANTARA
26. WISYAWATI SANGGRAMA -SMUN 4 MAGELANG

[referensi_maya] Documentary Film

Koleksi AUDIO VISUAL Perpustakaan The Wahid Institute (New)
berminat....silahkan kunjungi perpustakaan kami


THe Wahid Institute
Jl. Taman Amir Hamzah no 8
Matraman - Jakarta Pusat










Film Dokumenter
tentang HAM (JiFFest)





Playing Between
Elephants (Bermain diantara Gajah)


DVD


Time: 01:23:53


Language:Indonesia


Subtitles:
English


Documentary
film by Aryo Danusiri


Setahun
setelah terjadi tsunami tahun 2004, pembangunan kembali desa Geunting Timur di
Aceh dapat terlaksana dengan bantuan dari organisasi U.N. Habitat dan
lembaga-lembaga lain. pada saat yang sama, seorang kepala suku di Aceh memimpin
rakyatnya melewati masa-masa rehabilitasi lingkungan mereka. Film ini
menunjukkan betapa sulitnya bertahan melewati sebuah peristiwa yang traumatis
sambil menerima budaya baru dari luar yang masih terasa asing.





The Last Communist


DVD


Time:01:30:11


English
Subtitles
Documentary
film by Amir Muhammad



Film
dokumenter semi musikal ini mengangkat kehidupan Chin Peng, pemimpin Partai
Komunis Malaya yang sudah dilarang berdiri. Sutradara Amir Muhammad
mengelilingi Malaysia untuk meneliti seberapa besar
pengaruh Chin Peng, yang diselingi dengan iringan musik yang mengingatkan kita
pada musik di film-film propaganda perang buatan Inggris.





THE TRUTH BE TOLD:
The cases against Supinya Klangnarong


DVD


Time: 01:43:52


Thailand Film


English
Subtitles
Documentary
film by Pimpaka Towira



Aktivis
Media Supinya Klangnarong dituntut oleh Shin Corp setelah berpendapat bahwa
Perdanan Menteri Thaksin Shinawatra membuat peraturan yang menguntungkan
perusahaan telekomunikasi miliknya.








Atos Des Homens (Acts of Men)


DVD


Time: 01:17:14


English
Subtitles
Documentary Film by Kiko Goifman



Pada bulan
Maret 2005, dua piluh sembilan orang tewas dalam pembunuhan masal di Baixada
Fluminense,
dekat Rio de Janeiro. Film ini mengangkat kehidupan para penduduk dan
pelaku pembunuhan yang tinggal di lokasi tersebut.






Village People Radio Show (Apa
khabar orang kampung?)


DVD


Time: 01:13:32


Malay with
English Subtittles
Documentary
film by Amir Muhammad



Amir
Muhammad berkunjung ke bagian selatan Thailand untuk mewawancarai beberapa bekas
anggota partai komunis Malaya yang dilarang berdiri. sekarang hidup sebagai
petani,
mereka mengenang kembali hari-jhari mereka sebagai anggota militer dan
rekonsiliasi antara paham komunis dengan keyakinan mereka sebagai orang Islam
dalam kehidupan sehari-hari.









PAPER CAN NOT WRAP UP EMBERS (Le
Papier Ne Peut Pas Envelopper La Braise)


DVD


Time: 01:31:15


Cambodia with English Subtittles
Documentary
film by Rithy Panh



Sebuah
tempat pelacuran di Phnom Penh, Cambodia, menjadi rumah bagi sekumpulan wanita
yang menghabiskan hari mereka dengan mengonsumsi obat terlarang, dan dimalam
hari, meraup penghasilan yang sangat kecil sebagai pekerja seks. Pelecehan,
kekerasan fisik dan AIDS adalah menu sehari-hari mereka.







SAIMIR


DVD


Time: 01:27:25


Italy with English Subtittles
Documentary
film by Francessco Munzi



Edmond dan Saimir adalah ayah dan anak
yang bermigrasi ke Italia dari kampung halaman mereka di Albania. Untuk
menghidupi kebutuhan
mereka, Edmond melanjutkan pekerjaannya dalam perdagangan imigran ilegal
dari Eropa Timur. Namun saat pekerjaan ini sudah tidak mampu lagi
menghidupinya, Edmond terjebak dalam jaringan
perdagangan anak dibawah umur, yang ditentang keras oleh Saimir. Saimir pun
memilih untuk pergi dari kehidupan Edmond dan menempuh perjalanan panjang
untuk mencari pengampunan atas dirinya sendiri.








Please Vote for Me


DVD


Time: 00:54:47


Mandarin
With English Subtittles
Documentary
film by Weijun Chen



di sebuah
sekolah dasar di Wuhan, China, paham demokrasi diajarkan melalui
pemilihan ketua kelas. Tiga kandidat ketua kelas yang masing-masing berusia
delapan tahun harus melalui serangkaian debat, yang akhirnya membawa mereka
belajar memahami strategi kampanye politik dan menerima kekalahan dengan hati
besar.

FILM DOKUMENTER LAINNYA:

ANAK NAGA
BERANAK NAGA, Gambang Kromong: Akulturasi Budaya Tionghoa Betawi


DVD


Time: 60
menit


Bahasa: Indonesia


Documentary
Film by Tanoto Foundation


Film ini
mengangkat kisah terbentuknya musik gambang kromong dan juga bercerita tentang
budaya dan kehidupan para tionghoa peranakan di pinggiran jakarta yang hidup
berbaur nyaris tanpa
perbedaan dengan penduduk setempat. Akulturasi dua budaya yang berbeda, yaitu
Tionghoa dan Betawi adalah tema utama yang diangkat dalam film ini.





Yogyakarta: Representation of Tolerance and
Harmony


VCD


Time: 18:30:00


Documentary
Film by Department of Foreign affairs Republic of Indonesia


Film
Documenter tentang cultur budaya dan agama yang berbeda-beda di Yogyakarta





America at a Crossroads: Struggle for the soul of
Islam


DVD;
Audio: Dolby Digital 2.0


Time: 00:55:51


Film
dokumenter tentang Islam di Indonesia yang menyoroti beberapa aspek Islam
diindonesia mulai dari Budaya, gerakan radikal dan terorisme.





PARADISE NOW


DVD


Time: 01:27:15


Film
garapan Hany Abu-Assad ini bercerita tentang Said (Kais Nashif) dan Khaled (Ali
Suliman) yang direkrut oleh sebuah kelompok ekstrem di Palestina untuk
melakukan aksi bom bunuh diri. Mereka bersedia. Tetapi salah satunya menjadi
ragu atas keputusan itu ketika terjadi kesalahan prosedur di mana keduanya
terpisah di perbatasan.





Sementara
itu, anak Palestina yang lain, Suha (Lubna Azabal) berpikiran sebaliknya.
Meskipun ayahnya meninggal gara-gara bunuh diri, ia tak sepakat kalau kekerasan
adalah jalan yang benar untuk melawan kekerasan. Bunuh diri baginya bahkan
merupakan sesuatu yang tanpa tujuan.




Assala’kau Senang Jie Cezz



VCD



Time 00:15:02



Film by. murid2 pesantren Modern Pendidikan Al-Quran IMMIM Makassar



Film dengan durasi 15 menit yang dibuat oleh santri Ponpes IMMIM yang
menceritakan kehidupan dan suasana Ponpes IMMIM Makassar.







FUNKY GHOST



VCD



Time: 00:37:52



Film by.Siswa-Siswi
Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah. Kalibening-Salatiga



Bercerita
tentang komunitas hantu yang gaul dan tidak menakutkan..karena hantunya juga
layaknya seperti kehidupan manusia, mereka butuh hiburan, dugem, dll. Film ini
lucu sekali…







Sabda
Kelabu Seorang Santri



VCD



Time: 00:26:14



Film by.Siswa-Siswi
Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah. Kalibening-Salatiga



diangkat
dari cerpen karya Azizah Hefny menceritakan kisah dua sejoli yang mengikat
cinta tapi akhirnya kandas karena terhalang oleh peraturan pesantren.











ROCK...OHH!!!!



VCD



Time: 00:14:57



Film by.Siswa-Siswi
Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah. Kalibening-Salatiga



Rock..ohh
merupakan jelmaan keajaiban puisi anak rock sebagai komposisi antara aliran
soul, metal dan hidup merupakan sisi lain yang bisa dilihat dari balik
pintu-pintu batu anak rock. Puisi-puisi yang sebenarnya bis kita dengar dengan
jeli melalui celah-celah pintu hati mereka. Dan puisi itu adalah...Rock
ohh...(suara pintu hati anak2 rock)






Film Dokumenter Creative Writing & Documentary 2007


Jalan Tika


DVD


Time: 00:18:39


Film
Dokumenter Workshop Creative Writing & Documentary Magelang 2007


Nama
aslinya Hartoyo namun ia memilih dipanggil Kartika alias Tika. dia lahir
laki-laki, namun ia merasa sebagai perempuan. ketika menginjak 17 tahun ia
dinikahkan oleh keluarganya agar tidak menjadi waria, padahal saat itu dia
mempunyai “partner” cowok. dijalaninya pernikahan itu dengan cinta segitiga,
dia, istrinya dan”partnernya”. akhirnya pernikahan itu hanya dijalani setahun,
dia ditinggalkan anak dan istrinya.




Dunia Tahfidz


DVD


Time: 00:16:07


Film
Dokumenter Workshop Creative Writing & Documentary Yogyakarta 2007


Dunia
pesantren, terutama tahfidz, sering dibayangkan sebagai sebuah dunia yang
‘konon’ suci dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia. Tapi film ini
berbicara sebaliknya. Film Dunia Tahfidz ini akan membawa kita menelusuri
kehidupan mereka.....benarkah mereka terasing?



Raja Ketoprak Tukang
Becak


DVD


Time: 00:16:07


Film
Dokumenter Workshop Creative Writing & Documentary Solo 2007


Kisah
seorang pemain dan juga sutradara ketoprak tobong yang juga berprofesi sebagai
tukang becak. pekerjaan tersebut dilakoninya untuk menafkahi keluarganya, yang
dari hasil Mbecak per hari nya Rp 15 ribu. Apakah ketoprak adalah sumber
penghasilan utama?....dia berprinsip seniman itu bukan karena rupiah, akan
tetapi karena senang,untuk menyenangkan masyarakat dan melestarikan budaya.




Sudah Bukan China


DVD


Time: 00:11:18


Film
Dokumenter Workshop Creative Writing & Documentary Jepara 2007


Gambaran kehidupan etnis Cina di Indonesia
dengan berbagai latar belakang dan agama yang berbeda-beda. beberapa dari
mereka ada yang mengeluhkan adanya perbedaan perlakuan antara orang pribumi
dengan etnis china.mereka menginginkan persamaan, karena mereka merasa sebagai
bangsa Indonesia, mereka juga sadar bahwa dari fisik mereka adalah china, tapi
mereka lahir dan dibesarkan di Indonesia

dari www.gusdur.net

mata muda

Category: Movies
Genre: Documentary
Beberapa anak muda bertemu dalam Workshop Creative Writing & Documentary yang difasilitasi oleh LKiS dan didukung oleh HIVOS, Forum Pinilih, Radio Fast FM Magelang dan Radio RLisa Jepara. Pasca workshop mereka membentuk komunitas dengan nama CORET (Jogja), TOELIS (Surakarta), JEDA (Magelang) dan OEKIR (Jepara). Mereka berasal dari bermacam-macam sekolah, etnis, kultur dan ekonomi.

Dalam waktu relatif singkat, tak lebih dari 1 bulan,. Setiap komunitas menghasilkan 2 film. Semuanya masuk dalam kompilasi film dokumenter Mata Muda. Film-film ini menghadirkan berbagai realitas sosial yang terekam dalam pandangan mereka. Berikut ini sinopsisnya:

Dunia Tahfidz (Karya Komunitas CORET Jogja)
Dunia pesantren, terutama Tahfidz, sering dibayangkan sebagai sebuah dunia yang ‘konon’ suci dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia. Tapi film ini berbicara sebaliknya. Film Dunia Tahfidz ini akan membawa kita menelusuri kehidupan mereka......Benarkah mereka terasing?
Filmmaker:
• A. Rif’an Anwar (alumnus MA Alimaksum)
• Ihda Sylvia (MA Alimaksum)
• Nadya Faisal (MA Alimaksum)
• Putri DM (MA Alimaksum)
• SW Suciwati (MA Alimaksum)
• Aufannuha Ihsani (MA Alimaksum)
• Nur Siti Handayani (MA. Pandanaran)

Bocah Candi (Karya Komunitas CORET Jogja)
Pada kenyataannya anak-anak memang membutuhkan waktu lebih untuk sekadar memuaskan hasrat bermainnya. Namun bagaimana ila ada anak yang lebih menuruti panggilan hati guna meringankan beban ekonomi orang tuanya?
Filmaker:
• Pekik Nur Sasongko (alumni MA. Ali Maksum Yogyakarta)
• Wening (SMK Pengasih Kulon Progo)
• Latifah (SMA Prambanan Yogyakarta)
• Nur’aini Saputri (MA Pandanaran)
• Ari (MA Pandanaran)
• Asep (MA Pandanaran)

Raja Ketoprak Tukang Becak (Karya Komunitas TOELIS Surakarta)
Perjalanan waktu membuat banyak pergeseran. Satu seni kehidupan yang mulai terlupakan “Kethoprak” mampu mengukuhkan kesenian tradisi di tengah hiruk-pikuk perubahan ketika generasi mulai beralih perhatian ke budaya modern. Sebuah cerita tentang kesederhanaan, survival dan kearifan hidup
Filmmaker:
• Niki Dwi Permadi (SMA St. Yoseph)
• Maria Citra Pratiwi (SMKK Marganingsih)
• Angel Rose (SMA Kristen 1 Surakarta)
• Erlinawati Hartiningtyas (SMAN 2 Surakarta)
• Putri Asri Dwi Fadila (SMAN 2 Surakarta)
• Soviana Cahyaningtyas SP. (SMAN 2 Surakarta)

Sang Bomber (Karya Komunitas TOELIS Surakarta)
Kala Ruang kota menjadi sumpek oleh bangunan-bangunan kokoh dan megah, rasa keterasingan diekspresikan lewat tembok. Sang “Bomber” adalah kisah mengenai petualangan dan tantangan remaja masa kini dalam mencari jatidiri
Filmmaker:
• Lintang Rembulan (SMA St. Yoseph)
• Friska Sari Amelia (SMAN 5 Surakarta)
• Irene Astrid P. (SMA St. Yoseph)
• Fauziah Yudaningtyas (MAN 2 Surakarta)
• Farida Iskandiari (SMAN 5 Surakarta)
• Maria Ananingrum (SMAN 5 Surakarta)
• Riza Budi Utomo (SMA St. Yoseph)

Jalan Tika (Karya Komunitas JEDA Magelang)
Nama Aslinya Hartoyo namun ia memilih dipanggil Kartika alias Tika. Dia lahir laki-laki, namun ia merasa sebagai perempuan. Ketika menginjak 17 tahun ia dinikahkan oleh keluarganya agar tidak mejadi waria, padahal saat itu dia mempunyai "partner" cowok. Dijalaninya pernikahan itu dengan cinta segitiga, Dia, Istrinya dan "partnernya". Pernikahan itu hanya bertahan setahun, sebab akhirnya ia tinggalkan anak dan istrinya.
Filmmaker:
• Hasta Nirmaya W. (SMAN 2 Magelang)
• Julla Bee Imarotu (SMA Muhammadiyah 1 Magelang)
• Malita Nurul (SMAN 4 Magelang)
• Patricia Ikaria R. (SMAN 2 Magelang)
• Agung Prakoso W. (SMAN 4 Magelang)

Pilang (Karya Komunitas JEDA Magelang)
Mbah Pilang adalah seorang Dukun yang ahli mengobati segala macam penyakit, mulai dari masuk angin hingga penyakit berat, bahkan penyakit yang disebabkan pengaruh gaib (mistik). Di tengah mahalnya biaya berobat ke dokter, mbah Pilang menjadi alternatif bagi rakyat kecil. Namun banyak pula yang menentang karena alasan tidak higienis hingga dicap sebagai perbuatan syirik.
Filmmaker:
• Imam Andrian R. (SMAN 1 Magelang)
• Masitoh Diah W. (SMAN 4 Magelang)
• Novi Retno S. (SMKN 1 Magelang)
• Nurvia Alivia Tauvika (SMAN 2 Magelang)
• Sufi Anggarini (SMAN 1 Muntilan)
• Dimas DS (SMAN 1 Muntilan)

Sudah Bukan Cina (Karya Komunitas OEKIR Jepara)
Meski berbeda tradisi, keturunan Cina di Indonesia sudah menjadi WNI, bukan warga asing. Namun sebagian masyarakat menganggap bahwa keturunan Cina adalah Cina. Panggilan Cina bagi sebagian keturunan Cina merupakan ejekan yang menyinggung perasaan mereka.
Filmmaker:
• MN Aditya (SMAN 1 Jepara)
• Aditya Hendra S. (SMAN 1 Jepara)
• Laksamana MHDA. (SMAN 1 Jepara)
• Anggun Laksamana (SMPN 1 Jepara)
• Siti Ruqoyyah (SMKN 1 Jepara)
• Agustina Megawati (SMA Masehi Jepara)
• Nurul Rizqy A. (SMPN 5 Jepara)
• Achmad Fauzan (SMKN 3 Jepara)
• Arif Nur Effendi (SMKN 1 Jepara)

Pandulah Pandi (Karya Komunitas OEKIR Jepara)
Pandu adalah nama jalanan Pandi. Dia lahir dari keluarga kaya yang broken home. Saat berusia 20 th dia menikah, namun rumahtangganya bubar. Untuk mengubur semua penderitaannya dia memilih di jalanan, menjadi pengamen dan penjual VCD bajakan.
Filmmaker:
• Sufiah Dian M (MAN Bawu Jepara)
• Faizatul B. (SMK Hasan Kaprawi Jepara)
• Mif. Bahrudin (SMK Bahkti Praja)
• Kaharisma (SMKN 1 Jepara)
• Vidi Eren’s (SMA Masehi Jepara)
• Widi Arga P. (SMK Bahkti Praja Jepara)
• Kukuh Dwi W. (SMKN 3 Jepara)
• Sri Endang R (SMAN 1 Tahunan Jepara)

Salut buat mereka, semoga kebersamaan dan kreatifitas itu bisa menambah ketegaran dalam menghadapi segala ujian. Tak hanya ujian nasional tapi juga ujian dalam hidup.

oleh vyta
vyta.multiply.com

Beting Es Arktik Pecah

Kamis, 31 Juli 2008 | 06:30 WIB

EDMONTON, RABU - Bongkah es besar seluas 18 kilometer persegi pecah dan terlepas dari beting es Arktik yang masuk wilayah Kanada. Ini merupakan pecahan beting es terbesar yang pernah tercatat. Pemanasan global belum tentu menjadi biangnya, tapi kejadian ini menguatkan pendapat bahwa laju pelelehan es tidak sebanding dengan pembentukannya.

"Ini suatu proses satu arah," ujar Derek Mueller, peneliti dari Universitas Trent. Ia mengatakan, lapisan es yang tersisa tinggal lapisan muda yang belum lama terbentuk. Es yang berusia muda lebih mudah mencair daripada es yang lama terbentuk.

Ia mengatakan, bongkas es raksasa tersebut pecah minggu lalu di wilayah beting es yang bernama Ward Hunt di lepas pantai utara Pulau Ellesmere, Kanada. Lokasinya berada sekitar 800 kilometer dari Kutub Utara. Retakan pada beting es tersebut telah terdeteksi sejak tahun 2002. Survei terakhir yang dilakukan juga menemukan jalur retakannya.

Pecahan yang terlepas langsung bergerak di lautan lepas begitu terlepas dari beting es induknya. Dengan situasi tersebut, laju pelelahannya akan semakin cepat apalagi jika bongkah es tersebut bergerak ke perairan hangat.

Ward Hunt merupakan beting es terbesar dengan luas 435 kilometer persegi dengan ketebalan 39 meter. Namun, luas dan ketebalan esnya menurun dari tahun ke tahun.