takkan kuasa segala empatiku,
terlalu busuk tuk disimpan...
takkan kuasa kau hadapi itu,
di tengah gemuruh keramain kota..
sobat, tak faham otakku tuk jauhimu,
terarah kau pada saranku, gar nasib bermujur padamu Lah...
tak habiz bayang esok mendatang, entah kemana takdir berjalan pisahkan kita,
tapi tak usahlah berkecewa, Lah banyak jalan menuju Roma..
mang maniz perjalanan pekan lalu, bak keluarga saling berisi,
bahkan ku tak ingin pergi darimu, terlalu indah tuk dimengerti..
nan pasti gue tetap sobat Lo!!!
BLetonx, 05:37
jumat, 13/02/2009
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 Februari 2009
Jumat, 15 Agustus 2008
sahabat
Resah,
Derai-derai rasa menuai cinta
Terukir dalam benak sebuah alunan lagu
Setitik memori tlah tersisa dalam mimpi
Dalam ikatan janji engkaulah sahabat sejati
Maafkan ku tlah pergi
Menjauhi segala curahan hati
Tapi ingatlah segala memori
Bahwa cinta kan selalu bersemi
karya imam andrian risoyo
Derai-derai rasa menuai cinta
Terukir dalam benak sebuah alunan lagu
Setitik memori tlah tersisa dalam mimpi
Dalam ikatan janji engkaulah sahabat sejati
Maafkan ku tlah pergi
Menjauhi segala curahan hati
Tapi ingatlah segala memori
Bahwa cinta kan selalu bersemi
karya imam andrian risoyo
Sang Agung
Secercah cahaya berkelip di ujung penantian
Tunjukkan asa kesetiaanmu
Tabur-tabur keyakinan menetap dalam fikir
Kau kan slalu menyertai keindahan hidup
Indah,
Untaian ayat-ayat puja berikan kenyamanan
Dalam melodi kepercayaan
Hiasan pertiwi tunjukkan insane
Bahwa Kaulah yang sempurna
oleh imam andrian risoyo
Tunjukkan asa kesetiaanmu
Tabur-tabur keyakinan menetap dalam fikir
Kau kan slalu menyertai keindahan hidup
Indah,
Untaian ayat-ayat puja berikan kenyamanan
Dalam melodi kepercayaan
Hiasan pertiwi tunjukkan insane
Bahwa Kaulah yang sempurna
oleh imam andrian risoyo
bintang darah
Perih,
Tersaksi deretan kereta kencana
Dalam bayangan pelupuk mata
Secercah ayat-ayat doa beriring dalam kalbu
Hancur,
Rasa ini pecah berkeping-keping
Dalam keindahan taburan mawar
Mama,
Kau tlah kembali ke singgasana
Dalam sekedip mata
Aku tak tahu ketampakkan hatimu
Dalam baringan terbujur kaku
Derai-derai tetes mata ini,
Takkan mampu hapuskan memori
Kasih sayangmu
Buaian cintamu
Bagaikan bintang dalam ujung darah
Entah,
Ku tak sanggup hentikan isak
Karena kaulah kesempurnaanku
OLEH IMAM ANDRIAN RISOYO
Tugas Bahasa Indonesia kelas XII
SMAN 1 Depok jogja
Tersaksi deretan kereta kencana
Dalam bayangan pelupuk mata
Secercah ayat-ayat doa beriring dalam kalbu
Hancur,
Rasa ini pecah berkeping-keping
Dalam keindahan taburan mawar
Mama,
Kau tlah kembali ke singgasana
Dalam sekedip mata
Aku tak tahu ketampakkan hatimu
Dalam baringan terbujur kaku
Derai-derai tetes mata ini,
Takkan mampu hapuskan memori
Kasih sayangmu
Buaian cintamu
Bagaikan bintang dalam ujung darah
Entah,
Ku tak sanggup hentikan isak
Karena kaulah kesempurnaanku
OLEH IMAM ANDRIAN RISOYO
Tugas Bahasa Indonesia kelas XII
SMAN 1 Depok jogja
Jumat, 08 Agustus 2008
kelam
terbuai ku dalam gempita
ratapi nasib anak pahlawan yang kian terkoyakkan
entah kapan kan terbuai keindahan
yang tampakkan kepastian
hanya kudapat gantungkan asa
yang hempas dalam waktu
selamatkan negriku
dari keledai-keledai yang terdiam
dan juga tikus-tikus kota yang berserakan
bila kudapat benihkan kata,
entah apa anak cucu pertiwi ini
tertindas dalam alunan teknologi
oleh imam andrian risoyo
ratapi nasib anak pahlawan yang kian terkoyakkan
entah kapan kan terbuai keindahan
yang tampakkan kepastian
hanya kudapat gantungkan asa
yang hempas dalam waktu
selamatkan negriku
dari keledai-keledai yang terdiam
dan juga tikus-tikus kota yang berserakan
bila kudapat benihkan kata,
entah apa anak cucu pertiwi ini
tertindas dalam alunan teknologi
oleh imam andrian risoyo
permintaan hati
ingin kuraih sejuta sahabat
tuk hiasi sepinya hidup
walau hanya sekilat air mengalir, sahabat takkan terlupa
biarkan makhluk-makhluk itu timbulkan bencananya
jiwaku tak kan mampu terkoyakkan
ini adalah permintaan hati yang terlebur dalam rasa
seputih salju, sejernih jiwa hati ini tak dusta
sahabat adalah yang terbaik dalam perjalananku
oleh imam andrian risoyo
tuk hiasi sepinya hidup
walau hanya sekilat air mengalir, sahabat takkan terlupa
biarkan makhluk-makhluk itu timbulkan bencananya
jiwaku tak kan mampu terkoyakkan
ini adalah permintaan hati yang terlebur dalam rasa
seputih salju, sejernih jiwa hati ini tak dusta
sahabat adalah yang terbaik dalam perjalananku
oleh imam andrian risoyo
Label:
hati,
permintaan,
puisi,
risoyo,
sastra
Langganan:
Postingan (Atom)
