Tampilkan postingan dengan label magelang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label magelang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 September 2008

birthday of x5 gladiool angkatan 2006/2007







faya : 3 januari
diah : 6 januari
albert : 13 januari
rangga : 31 januari
FEBRUARI
aji : 19 februari
yoga : 27 februari
MARET
bayu : 4 maret
APRIL
uun : 10 april
pinto : 16 april
erisa : 20 april
indah : 27 april
imam : 28 april
MEI
childa : 25 mei
JUNI
amel : 4 juni
sheily : 4 juni
djoem : 6 juni
fahmi : 8 juni
aulia : 15 juni
uut : 17 juni
JULI
david : 8 juli
joel : 17 juli
nasya : 18 juli
AGUSTUS
maylin : 10 agustus
rahman : 10 agustus
uma : 27 agustus
SEPTEMBER
ivan : 9 september
ape : 12 september
septi : 24 september
OKTOBER
ardi : 6 oktober
kiki : 7 oktober
puji : 21 oktober
NOVEMBER
intan : 9 november
yona : 10 november
novia : 13 november
halim : 18 november
adam : 25 november
ria : 25 november
risma : 26 november
DESEMBER
zulfa : 14 desember
huda : 19 desember

kbersamaan kita kan selalu terpancar di hati....

birthday of X-Caba Cepaka 2006




nia : 23 Januari
endah : 11 februari
maya : 27 Maret
uun : 10 April
April : 13 April
imam : 28 April
teguh : 13 July
bidin : 11 Agustus
abe : 21 Agustus
Shella : 4 september
kiki : 7 Oktober
Prima : 2 Desember

kami, X-calon bantara cepaka SMA Negeri 1 Magelang sangatlah merindukan teman kami, Teguh, yang sampai saat ini tidak dapat diketahui keberadaannya. Ingin sekali kami bertatap muka dengannya dan mengucapkan, "maafkan segala khilaf, dan kau adalah bagian dari hidup kami." mungkin itulah perkataan yang akan kami ucapkan bila bertemu dengannya di bulan suci ramadhan ni....

data caba di atas belum lengkap, apabila ada yang tau tanggal lahir ibnu, uci, n dani, tolong tuangkan dalam comment

Senin, 25 Agustus 2008

redaksi jeda magelang

waktu aku masih di SMA 1 magelang, aku ditrima jadi pengurus buletin jeda magelang angkatan pertama.

aku menjabat "pemimpin redaksi loh"

udah banyak buletin kita terbitin, g tau kepastian jumlahnya, pokoknya sampe gak bisa diitung pake dengkul.

kita juga udah berhasil bikin 2 buah film dokumenter dengan judul "jalan tika" n "pilang". pokoknya selama produksi, kita, 11 filmaker remaja, tinggal 1 atap. pernah tinggal d rumahku, pernah juga seharian di rumah vika, saudaraku yang juga jabat jadi pengurus jeda.

jalan tika nyeritain tentang lika-liku kehidupan tika sebagai seorang waria. selama proses pembuatan film itu, banyak halangan yang menghadang kita. kejadian dimulai saat kita nyari rumah mbak tika, sampe2 gak konsen nyetir motor. alhasil, lampu merah pun aku trobos, so kena tilang deh. tapi gak cuma kena tilang, polisi2 itu mempermainkan kita. masak, cuma buat ngambil sim n bayar uang tilang aja kita harus bolak-balik keliling magelang berulang-ulang. kata polisi yang satu SIMku dbawa polisi satunya di pos jalan mana gitu, n sebaliknya. akhirnya kita gak rela, kita bersepuluh maju bareng2 ke kantor polisi. uang buat nebus SIM kita tuker recehan. tapi yang boleh masuk ruang interogasi cuma aku doank. jadi kayak narapidana deh, pokoknya seru bgt.

selain itu, sewaktu kita melakukan shooting malem2 di tempat mangkal mbak tika, kita dikunci mbak tika di garasi sebuah perusahaan otomotif mobil cz mb tika akan melakukan aksinya (biar pelanggan gak curiga ma kita, jadi kita cuma ambil shoot dari agak jauh).
setelah tawar-menawar, mbak tika pergi dengan pelanggannya. dan di luar garasi ada waria2 lain yang juga mangkal, tapi mereka kurang bersahabat seperti mbak tika. saat itu, salah satu dari kita, sakit maagnya kambuh, kami bingung bgt, dcampur rasa takut. apalagi kita dikunci mbak tika dari luar.
untungnya, beberapa saat kemudian mbak tika datang.

kalo cerita pembuatan film pilang gak kalah seru. kita ambil waktu shooting di sebuah desa terpencil di magelang saat malam jumat kliwon kira2 jam 10. padahal kita cuma anak 8, cz yang 3 gak bisa dateng. dengan modal nekat, kita berangkat ke desa ngencek, daerah tegalrejo, magelang. kita harus nglewati sawah, pepohonan, n jembatan. meski naek motor, tetep aja jalannya nyeremin cz jauh dari desa lain.

oh iya, aku belum ngenalin siapa peran utama di balik film kami. mbah pilang adalah seorang dukun pijat yang mampu mengobati berbagai penyakit termasuk penyakit 'mistik'. ia mengaku bahwa ia mendapat ilmu itu sebagai warisan leluhurnya. ia juga harus melakukan tirakat di makam nyai kacek dan kyai kacek (cikal bakal desa ngencek) untuk meminta bantuan, di setiap malam jumat jam 12 tepat. meski banyak pendapat, baik yang mendukung maupun yang menolak, ia tetap melakukan kebiasaan itu.

saya teruskan cerita sebelumnya,
kita berangkat ke rumah mbah pilang malam2 tanpa sepengetahuan mbah pilang terlebih dahulu. hal ini dikarenakan saat kami meminta ijin untuk datang, ia pernah menolak dengan alasan kiai n nyai kacek tidak berkenan jika kami mengganggu ritualnya untuk berkomunikasi dengan mereka. dan kami menganggap hal itu sebagai ketidak masuk akalan.
ketika kami tiba di rumah mbah pilang, ia kaget sekali, dan ia menyarankan kami pulang. namun, kami mencoba meminta mbah pilang untuk wawancara sebentar, agar kami tidak kecewa. saat kami melakukan wawancara, sebagian anak diam-diam pergi ke makam untuk mengambil gambar makam leluhur desa ngencek. so, di rumah itu tinggal aku, mbah pilang, si hasta ketua umum (ingat, aku cuma pemimpin redaksi, masih di bawah ketua umum), n 2 anak cewek lainnya. saat melakukan wawancara, kejanggalan terjadi, mbah pilang mwenjawab pertanyaan kami dengan sangat hati2 n lirih. padahal selama kami bicara dengan dia, belum pernah dengan ekspresi wajah seperti itu. tak lama kemudian, hasta merasa dijawil seseorang, padahl dibelakngnya tidak ada apa2.

beberapa menit kemudian, rombongan yang dari makam, datng berlarian. mereka bilang, ada makhluk tinggi besar di depan pintu gerbang makam. spontan kita semua bener2 takut. untungnya setiap malam jumat di desa ramai orang, cz pada baru pulang yasinan di rumah penduduk. setelah menelpon manager kami untuk minta jemput, kami mencoba bercengkrama dengan penduduk untuk menghilangkan rasa takut.

entah, apa yang kami rasakan. antara percaya dan tidak percaya. percaya akan adanya makhluk gaib, dan tidak percaya bahwa apakah kejadian ini hanya halusinasi dari rasa takut kami. yang pasti kami berpegang teguh pada keimanan kami...

Rabu, 20 Agustus 2008

komunitas buletin jeda magelang 1

Magelang, 23/03/2007, Fast FM,-
Setelah diseleksi melalui karya tulis yang dilampirkan pendaftar dan dengan mempertimbangkan persebaran kepesertaan, dengan ini diumumkan siswa-siswi peserta Creative Writing & Creative Documentary:

1. AGASTIA CESTYAKARA SIAGIAN -SMU TARUNA NUSANTARA
2. AKBAR SIDDIQ -SMUN 1 MAGELANG
3. AMBYAH -SMU ISLAM SECANG
4. ANGLER KANAKA -SMU MUHAMMADIYAH 1 MAGELANG
5. ARIF KISNO WIDIYANTO -
6. AVINA NURMA FAIDA -SMUN 2 MAGELANG
7. BERNADUS YOSEPH SETYO PRABOWO -SMU PL VAN LITH MUNTILAN
8. HARDANIS TRINIRTYAS -SMUN 2 MAGELANG
9. HASTA NIRMAYA WULANSARI -SMUN 2 MAGELANG
10. IMAM ANDRIAN RISOYO -SMUN 1 MAGELANG
11. JULIA BEE IMARATUL -SMU MUHAMMADIYAH 1 MAGELANG
12. LIA FATRA IANA AZZA ROHMAH -SMUN 1 MAGELANG
13. MALITA NURUL ASRIFAH -SMUN 4 MAGELANG
14. MARIA DEWI RETNONINGRUM -SMU PL VAN LITH MUNTILAN
15. MARLIN DANIANTO -SMUN 2 MAGELANG
16. MASITOH DIAH WIDHORETNO -SMUN 4 MAGELANG
17. MUHAMMAD ALWI ASSEGAF -MA YAJRI PAYAMAN
18. PATRISIA EKARIA RATNASARI -SMUN 2 MAGELANG
19. PETRUS FAJARSUBEKTI -SMU PL VAN LITH MUNTILAN
20. SARYATI -MA YAJRI PAYAMAN
21. SEPTIN KAMILIA PATINGGI -SMU PL VAN LITH MUNTILAN
22. SUFI ANGGRAINI -SMUN 1 MUNTILAN
23. ULVASELA SETYIANINGRUM -SMUN 2 MAGELANG
24. UMATUL BADI’AH -MA YAJRI PAYAMAN
25. URSULA PENNY PUTRIKRISLIA -SMU TARUNA NUSANTARA
26. WISYAWATI SANGGRAMA -SMUN 4 MAGELANG

Jumat, 15 Agustus 2008

tanah (pedosfer)

SMA NEGERI 1 MAGELANG, JAWA TENGAH
tugas geografi kelas X

OLEH:
1. ALBERT DWI PUTRANTO (X5/03)
2. IMAM ANDRIAN RISOYO (X5/14)
3. MUFID PINTO NUGROHO (X5/19)
4. NURRAHMAN WAHID (X5/23)
5. RANGGA DWI SAPUTRA (X5/26)



Tanah adalah akumulasi tubuh-tubuh alam yang bebasdan menduduki sebagian besar lapisan atas permukaan bumi. Tanah berasal dari tumbuhan atau zat-zat organic yang mengalami pelapukan. Factor terjadinya pelapukan:
1. Pemanasan matahari pada siang hari dan pendinginan pada malam hari.
2. Batuan yang sudah retak, pelapukan dipercepat oleh air.
3. akar tumbuh-tumbuhan dapat menerobos dan memecah batuan sehingga hancur.
4. Binatang kecil yang membuat lubang dan mengeluarkan zat-zat yang dapat menghancurkan batuan.
5. Pemadatan dan tekanan pada sisa-sisa zat organic akan mempercepat terbentuknya tanaman.

Jenis-jenis tanah:
1. Tanah podzolik merah kuning
Ialah tanah yang terjadi pada pelapukan batuan yang mengandung kwarsa pada iklim basah dengan curah hujan 2500-3500 mm/ tahun.
2. Tanah organosol
Ialah tanah yang terjadi dari bahan induk organic seperti gambut dan rumput rawa pada iklim basah dengan curah hujan >2500 mm/ tahun.
3. Tanah alluvial
Ialah tanah yang berasal dari endapan Lumpur yang dibawa melalui sungai.
4. Tanah kapur
Ialah tanah yang berasal dari batuan kapur yang umumnya terdapat di daerah pegunungan kapur berumur tua.
5. Tanah vulkanis
Ialah tanah yang berasal dari pelapukan batuan vulkanis, baik dari lava atau batu yang telah membeku (effusive) maupun dari abu vulkanis yang telah membeku (efflata).
6. Tanah pasir
Ialah tanah yang berasl dari batu pasir yang telah melapuk
7. Tanah humus/ bunga tanah
Ialah tanah yang terjadi dari tumbuhan yang telah membusuk.
8. Tanah laterit
Ialah tanah yang banyak mengandung zat besi dan alumunium.
9. Tanah gambut
Ialah tanah yang terjadi dari pelapukan tak sempurna mengandung batu bara.

Fungsi tanah:
1. Untuk tempat tinggal dan tempat melakukan kegiatan.
2. sebagai tempat tumbuhnya vegetasi yang sangat berguna bagi kepentingan hidup manusia.
3. Mengandung barang tambang atau bahan galian yang sangat berguna bagi manusia.
4. Tempat berkembangnya tumbuhan yang penting bagi hewan dan manusia.

Apabila erosi tanah, lapisan atas tanah akan rusak dan lingkungan alam lainnya ikut rusak. Factor terjadinya erosi:
1. Ditebangnya hutan secara liar sehingga tanah gundul.
2. Tidak adanya penyangga air pada tanah miring.
3. Tanah tidak dibuat tanggul pasangan sebagai penahan erosi.
4. Pada tanah berlumpur digunakan untuk penggembalaan liar.

Factor pembeda tanah:
a. Tekstur tanah
b. Permeabilitas tanah
c. Ketebalan atau solum tanah
d. Kemiringan lereng
e. Tingkat erosi
f. Penyaluran air

Asal warna tanah:
a. Kuning, dari mineral limonit.
b. Cokelat, dari bahan organis asam yang lapuk sebagian.
c. Putih, dari mineral-mineral silica-kuarsa, kapur, kaolin, bauksit, alumunium dan silikat, gypsum, nitrat, garam-garam yang telah larut serta koloida-koloida organis tertentu.
d. Hitam, dari bahan-bahan organis yang telah terurai dengan hebat.
e. Merah, dari mineral hematite atau turgit.
f. Hijau, dari oksida ferrous.
g. Biru, dari mineral lilianit.

Ciri-ciri tanah subur ialah tekstur dan struktur tanahnya baik, yaitu butir-butir tanahnya sedang, banyak mengandung garam yang berguna untuk tanaman tumbuhan, dan banyak mengandung air untuk melarutkan garam. Factor-faktor yang mempengaruhi tekstur tanah adalah komposisi mineral dan batuan, sifat dan cepatnya proses pembentukan tanah local, serta umur relative tanah.
Permeabilitas tanah ialah cepat atau lambatnya air meresap ke dalam tanah melalui pori-pori tanah baik secara vertical maupun horizontal yang ditentukan oleh tekstur tanah. Jenis tanah menurut kesuburannya:
a. Tanah muda
Unsur hara yang terkandung di dalamnya belum banyak sehingga belum subur.
b. Tanah dewasa
Unsur hara yang terkandung di dalamnya sangat banyak sehingga sangat subur.
c. Tanah tua
Unsur hara yang terkandung di dalamnya sudah berkurang.
d. Tanah sangat tua
Unsur hara yang terkandung di dalamnya sangat sedikit, bahkan hampir habis.

Tanah memerlukan unsur K, P, N, C, H, O, Na, Ca, S, Mg, Fe, Zn, B, Cu, DAN Mn untuk tumbuh dan berkembang. Apabila salah satu unsur tersebut tidak ada, maka tanaman yang ada tidak sempurna atau tidak bias tumbuh. Untuk itu dapat digunakan pupuk sebagai penggantinya. Pupuk ada 2 macam:
a. Pupuk alam (pupuk organic)
Yaitu pupuk yang dihasilkan dari sisa-sia tanaman, hewan, dan manusia seperti pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos.
b. Pupuk buatan (pupuk anorganik)
Yaitu pupuk yang dibuat dalam pabrik seperti pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

Kesuburan tanah dapat dijaga dengan:
1. Pemupukan, diusahakan dengan pupuk alami.
2. Sistem irigasi yang baik.
3. Hutan cadangan pada lereng pegunungan.
4. Menanami lereng yang gundul.
5. Mengadakan pertanian di daerah miring secara benar.

Kemiringan lereng adalah kemiringan suatu lahan terhadap bidang horizontal. Semakin miring suatu tempat, maka akan semakin besar kemungkinan erosi atau longsornya. Untuk menjaga kestabilan pertanian di daerah miring diperlukan:
a. Terassering, yaitu penanaman tanaman dengan system berteras-teras.
b. Contour farming, yaitu menanami lahan menurut garis kontur.
c. Pembuatan tanggul pasangan untuk menahan garis erosi.
d. Contour plowing, yaitu bercocok tanam dengan cara membagi-bagi bidang tanah itu dalam bentuk sempit dan memanjang dengan mengikuti garis kntur.
e. Crop rolation, yaitu usaha pergantian jenis tanaman yang ditanm.
f. Reboisasi, menanami kembali hutan yang gundul.

Lahan kritis adalah lahan yang tidak produktif. Hal tersebut disebabkan oleh:
a. Kekeringan.
b. Genangan air yang terus-menerus.
c. Erosi tanah dan masswasting.
d. Pengolahan lahan yang kurang memperhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan.
e. Masuknya material yang dapat bertahan lama ke lahan pertanian.
f. Pembekuan air.
g. Pencemaran.

Upaya penanggulangan lahan kritis:
a. Lahan tanah digunakan seoptimal mungkin.
b. Erosi tanah perlu dicegah melalui pembuatan teras-teras pada lereng bukit.
c. Usaha reboisasi.
d. Perlu reklamasi lahan bekas pertambangan.
e. Perlu adanya usaha ke dalam program kali bersih (prokasih).
f. Pengelolaan terpadu di wilayah lautan dan daerah aliran sungai.
g. Pola pergiliran tanaman.
h. Perlu tindakan tegas bagi siapa saja yang merusak lahan yang mengarah pada lahan kritis.
i. Menghilangkan unsur-unsur yang mengganggu kesuburan lahan pertanian.
j. Pemupukan dengan pupuk organic.
k. Penggemburan tanah.
l. Menurunkan zat tercemar yang ada pada lahan pertanian dengan tumbuhan eceng gondok.

Lahan potensial adalah lahan yang belum dimanfaatkan atau belum diolah dan jika diolah akan mempunyai nilai ekonomi yang besar karena mempunyai nilai kesuburan yang tinggi dan mempunyai daya dukung terhadap kebutuhan manusia. Upaya-upaya peningkatan manfaat lahan potensial:
a. Merencanakan penggunaan yang digunakan manusia.
b. Menciptakan keserasian dan keseimbangan fungsi dan idensitas penggunaan lahan dalam wilayah tertentu.
c. Merencanakan penggunaan lahan kota agar jangan sampai menimbulkan dampak pencemaran.
d. Menggunakan lahan seoptimal mungkin bagi kepentingan manusia.
e. Memisahkan penggunaan lahn untuk pemukiman, industri, pertanian, perkantoran, dan usaha lainnya.
f. Pembuatan peraturan perundang-undangan yang meliputi pengalihan hak atas tanah untuk kepentingan umum dan peraturan perpajakan.
g. Melakukan pengkajian terhadap kebijaksanaan tata ruang, perijinan, dan pajak dalam kaitannya dengan konversi penggunaan lahan.
h. Di daerah pegunungan/ perbukitan perlu perlu diperhatikan teknologi pengolahan tanah, penghijauan, reboisasi, dan pembuatan sengkedan.
i. Perlu usaha pemukiman penduduk dan pengendalian peladang berpindah.
j. Mengelola dengan baik daerah aliran sungai, derah pesisir, dan daerah sekitar lautan.




==============================sekian=============================

arya penangsang

Arya Penangsang iku kadipaten Jipang Panolan nyata sekti mahambara, bebasan tinatah mendat jinara menter ora tedhas tapak palune pandhe sisaning gurenda. Kadigdyane pilih tandhing awit saka wejangane Sunan Kudus. Agemane wujud wangkingan kang dadi sipat kandeke aran Kyai Brongot Setankober tansah disengkelang saya nambahi kawibawane. Ing bab sampurnane ulah kanoragan ora dimerekake siswa-siswa liyane.
Amarga pancen dheweke wiwit cilik tansah dituntun, digembleng sarta ginadhangake bisoa nyekel panguwasa ing tanah Jawa dening Sunan Mranti ya Sunan Kudus.
Mung emane Arya Jipang watake brangasan ora sabaran, cengkiling mara tangan. Tandange sok grusa-grusu lan binobot tuna dungkape.
Ing wayahe lagi angeca-eca nglaras rasa dhahar kesaru krungu wong gero-gero nangis kelaran. Awit saka keparenge sang Adipati kang sesambat kaiden marek. Gurawalan abdi dalem njero sumusul, bebasan abdi kang kinarsakake.
Kaget Arya Jipang Panolan pirsa pekathik kang sambat-sambat awake gudras getih. Pekathik nyembah ngambung lemah, tangane sing siji nutupi kupinge sing tatu irisan.
“Pekathik, ngapa sesambat gawe kaget?” pandangune karo isih nerusake dhahar.
“Dhuh Gusti pepundhen kula, agul-agule para soreng Jipang Panolan. Mugi tinebihna ing pidana angluberna ing pangaksama,” ature pedhot-pedhot.
“Hah aja kakehan cengkok. Elekna mripatmu uliren nalarmu. Lamun ora tak ngapura wis tak tugel gulumu marga gawe kagetku. Aku butuh wangsulan, apa sababe gembar-gembor awakmu gudras getih,” ngendikane sara medhot ature pekathik. Pekathik lali larane, wedi wel-welan cayane abang mori.
“Gusti, nalika kula saweg ngrumput, kuping kula dipun iris tiyang,” ature ora lancer.
“Sapa sing ngiris, apa sababe, apa kowe nyolong marga kurang peparingku?”
“Mbo-mboten Gusti. Kuping kula dipuniris dipun gantos nawala,” ature pekathik ora sampurna, jempole nuduhake nawala kang dislempitke ing iket sandhuwure kuping sing diiris.
Menyat Arya Penangsang nyaut nawala banjur dibukak, gya winaca.
“Heh mundura Penangsang Jipang Panolan.
- Ing prang anggirisi
- Nanging lamun sira
- Wus sekti mandraguna
- Sutawijaya kang wani
- Tepi narmada
- Sore angenti tandhing.”
Brebel abang mangar-mangar pasuryane Arya Penangsang. Sast pulih tulisane mangsi abang Dupi antuk layang panantang. Sikile nggedruk nganti jogane dhekok sak lumping. Tangane nggebrak meja, mawut pepancen kang ana meja, nganti lali yen lagi dhahar.
“Heh Danang Sutawijaya. Kaya lanang-lananga dhewe, bocah sore wingi wani nantang.”
Soreng yuda, abah-abahana Gagak rimang.
Abdi soreng sing atine kekes kaya dijos es batu, sanalika cekekal tumandang gragap-gragap astane Arya Penangsang eling pusaka piyandele kyai Brongot Setankober. Bareng wis cetha yen isih disengkelit brabat metu. Tekan njaba nyaut kendhali nyengklak titihan.
Gagak rimang dudu sembarangan jaran. Pawakane gedhe dhuwur, ules ireng ngelar kombang. Kejaba tegare pilih tandhing atine wis jumbuh karo bendarane. Kepriye sing disasmitakake dening bendarane tansah cocok, gawe mareme. Mula gotheking akeh jaran kelangenane uga duweni kaluwihan saengga ora ana sing wani nunggang awit saka ringase.
Nanging wektu kuwi Gagak rimang ora kaya padatan. Kaya-kaya mbangkang prentah. Upama bisa caturan bakal kewetu tembung:
“Oh, Gusti bendara kula. Penjenengan sampun kesesa naming kadereng ing manah bureng. Bilih badhe andon yuda kedah sangu saha serep ing samukawisipun, kanthi petang ingkang mremet agal lan alusinipun. Menawi ngantos nilar ing kaprayitnan tundhonipun badhe damel apes.”
Nanging gandheng kewan ora bisa tata jalma bisane mung mbelot ora tumandang. Arya Penangsang kang ora tanggap solahe jaran malah saya waringuten. Agahan ndudut cemethi gya sineblak sarosane. Bawane wong kang wis nutug tarak brata ulah kanoragan, swarane cemethi keprungu jumedher kaya mbledhose bedhil Aka.
Jenggirat! Gagak rimang njola kena cemethi. Kupinge njepiping, matane pendiringan. Tuwuh sipat asale, lali mring bendara. Brubut playune sasat lunik. Kesampar tracake Gagak rimang kricak-kricak pating pencelat. Lemah teles pating pencorot, lemah garing kumebul dadi bledug. Nganti saka kadohan mung katon bleduge kang mabul-mabul kaya asepe solar.
“Sutawijayaaa………mrenea jebeng! Tak odhol-odhol wadhukmu. Iki Arya Penangsang, gegedhunge Jipang Panolan!” pambengoke saka kadohan.
Kocap Sutawijaya kang wus satata ing perang, ora mangsuli. Saka kadohan ngathung-athungake tumbake. Manut krenahe Ki pemanahan, Jurumartani lan Panjawi kang mremet petung agal aluse. Sakabehing kedadeyan ing peperangan iku bakal klakon kaya sing diangen-angen.
Gagak rimang sing wis tuwuh sipat asline, bareng weruh jaran wadon sing ditumpaki Sutawijaya kegugah birahine. Datan taha-taha sanalika ngrubyuk nyabrang kali Sore arep ngrabeni. During kongsi tekan pentasan tumbake Sutawijaya mapak njojoh wetenge Arya Penangsang, tanpa mindho gawe Sutawijaya nyendhal lising jaran, klepat mbedhal angedoh!
Arya Penangsang sing during kober endha, kena tumbak ing lempenge, getihe mancur, ususe mbrodhol. Tatune ora dirasakake, ususa nglawer digubedake ing mendhok kyai Brongot Setankober. Kendhali sinendhal ngenget, jaran mlumpat mburu mungsuh. Playune saya banter, ciptane mung bisa enggal males. Gagak rimang pancen jaran pilih tandhing, sedhela wae Sutawijaya wis ketututan.
Sutawijaya kang during winayah ing babagan perang tandhing kena disaut dicengkerem saka mburi.
Kang ndulu kahanan padha ngedhap yen Sutawijaya bakal nemahi pati. Atine Ki Panjawi kumitir, saiba dukane Sinuwun pajang lamun putra angkate tumekeng pralaya.
Ki Pemanahan lan jurumartani megeng napas, bisane mung mupus marang sakabehing kodrat.
Awit saka adreng lan ubaling kanepson marang bocah kang dianggep kumenthus, Arya Penangsang lali marang pribadhine kang wus nadhang tatu. Grayah-grayah tangane ndudut keris kyai Brongot Setankober. Landheping pusaka mbeset usus kang wis muntel-muntel nggubet sanalika pedhot rantas, kang banjur nemahi pati. Gumebrug layone Arya Penangsang ketindhihan Sutawijaya kang tiba krengkangan.
Kanggo ngeling-eling peperangan wong Mataram yen ngagem keris banjur disampiri reroncen kembang kaya Arya Penangsang kang lagi ngrangsang perang.
Liput panjangkane Arya Penangsang sing kepengin jumeneng ratu, sirnane nemahi cunthel critane.
karya imam andrian lan kanca2
Kapethik saka: Panjebar Semangat edhisi: 6, 1981
kanggo tugas basa jawa ing kelas X
SMAN 1 Magelang

aves

 PENDAHULUAN
Aves beranggotakan kurang lebih 9000 spesies. Burung tidak memiliki gigi dan hanya memiliki ekor. Telur termasuk hewan ovipar yang menghasilkan telur amniotic bercangkang keras.

 KERAGAMAN BURUNG
Klasifikasi burung didasarkan atas:
# tipe paruh
Contoh: burung kolibri yang memiliki paruh panjang.
# tipe kaki
Contoh: burung elang yang memiliki cakar tajam.
# habitat
Contoh: penguin yang memodfikasi sayapnya seperti dayung.
# tingkah laku
Contoh: burung berkicau yang suka bertengger.

 STRUKTUR DAN FUNGSI ALAT TUBUH
Burung adalah hewan yang berbulu. Ada dua jenis bulu, yaitu bulu terbang dan bulu bawah yang berguna untuk menghalangi hilangnya panas tubuh. Hal terseburt penting karena burung termasuk hewan homeoterm, yaitu hewan yang memelihara suhu konstan dan relative tetap tinggi sehingga tetap dapat aktif walau di cuaca dingin.
Bulu dibedakan menjadi beberapa macam:
a) Plumae
Bulu yang memberi dasar bentuk tubuh yang berada pada sayap dan ekor. Berfungs untuk terbang.
b) Plamulae
Bulu pada burung muda dan pada burung yang sedang mengerami telur. Berfungsi sebagai isolator.
c) Filoplumae
Bulu yang memilik rambut yang tumbuh di seluruh permukaan tubuh. Berfungsi sebagai sensor.
Burung memiliki apteria, yaitu permukaan kulit yang tidak berbulu. Sedangkan permukaan yang berbulu disebut pterilae. Paruh dapat menggantikan fungsi rahang serta mempunyai leher ramping. Tulang dada burung agak luas untuk penyeimbang tubuh dan dilengkapi otot kuat untuk terbang. Otot memperoleh energi melalui oksidasi di dalam tubuh. Oksigen tersebut mengalir satu arah melalui kantong udara dan paru-paru. Fungsi kantong udara untuk membantu pernapasan ketika terbang, membungkus organ dalam agar tidak kedinginan, mencegah hilangnya panas terlalu banyak , mengatur berat jenis tubuh ketika berenang, dan membvantu memperkeras suara.
System peredaran darah ganda pada burung sudah lebih sempurna karena jantungnya terdiri atas empat ruang dan darah yang kaya oksigen sudah terpisah dari darah miskin oksigen.
Saluran pencernaan burung terdiri atas paruh, rongga mulut, taring esophagus, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Tembolok merupakan pelebaran dari esophagus.]

 PERANAN BURUNG BAGI KEHIDUPAN
1. Daging dan telur unggas merupakan sumber lemak dan protein
yang dibutuhkan manusia.
2. keindahan kicauan dan warna jenis burung tertentu menyebabkan manusia untuk tertarik memeliharanya.
3. Bulu burung tertentu dijadikan hiasan kepala oleh suku-suku masyarakat di Papua.
4. kemampuan terbang burung tertentu diperlombakan.
5. Kulit hewan ternak dapat dijadikan peralatan rumah tangga.

OLEH IMAM ANDRIAN RISOYO
sebagai tugas kelas X
di SMAN 1 Magelang

Jumat, 08 Agustus 2008

nyadran, budaya jawa yang terjaga

saya adalah salah seorang pelajar sman 1 depok jogja, pindahan dari sman 1 magelang yang pernah 4 tahun tinggal di dusun kernak, sukorejo, tegalrejo, magelang. sebuah tempat yang berada di sebelah timur gunung merbabu yang kondang di jawa tengah.
meski penduduk desa ini telah mengenal peradaban kota dan dunia modern, tetapi tetap menjaga eksistensi budaya mereka. salah satu buktinya adalah nyadran.
nyadran adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh penduduk, biasanya di desa, setiap menjelang bulan ramadhan. jadi, upacara adat ini sangat berkaitan dengan agama islam.
pada hari-H sebagian penduduk desa yang berada di kota besar pulang kampung untuk mendoakan arwah leluhur mereka. pada pukul 7 pagi, semua warga desa berbondong-bondong datang ke lapangan yang terletak di sebelah makam. bahkan tetangga desa pun ikut datang ke sana. mereka datang dengan membawa berbagai makanan, yang biasanya disertai ingkung, masakan ayam goreng. setelah semua warga berkumpul, baik tua maupun muda, laki maupun perempuan, memulai acara yang dipimpin bapak bayan, istilah bagi kepala dusun. upacar dilanjutkan dengan pidato bapak lurah, lalu tahlil dimulai dengan dipimpin bapak kaum. tujuan dari tahlil ini adalah untuk mendoakan arwah leluhur yang telah meninggal mendahului mereka. setelah itu mereka beramai-ramai menyantap makanan mereka. tak lupa mereka saling berbagi makanan satu sama lain.

oleh imam andrian risoyo

Tags: budaya, masyarakat, desa, jawa tengah, magelang, nyadran, tegalrejo, kernak
Prev: permintaan hati
Next: kelam